CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Minggu, 11 Maret 2012

Stand Up by M Live














FT. Island dan CNBLUE memiliki sebuah konser bersama di LA, California 9 Maret lalu. Boices dan Primadona yang datang sangat menikmati konser ini.

Konser ini berjudul "Stand Up by M Live" dan itu sukses besar!! Bahkan, Nokia Theater, tempat dimana konser digelar dapat menampung hingga 7000 orang, itu sangat penuh.

Kedua kelompok menyampaikan kinerja yang kuat dengan maksud untuk memenangkan penggemar banyak. Kinerja itu berlangsung 2 jam dan diisi dengan lagu-lagu hits Inggris, Jepang dan Korea, termasuk single terbaru “Where You Are.”

Para fans di akhir konser dibiarkan menginginkan lebih. Penutup penggemar konser dari FTISLAND dan CNBLUE yang mengomentari media sosial tentang kinerja mengagumkan bahwa kelompok kedua disampaikan. Para penonton yang berkumpul di Nokia Theatre di luar para penggemar idola stereotip, orang dari berbagai usia, jenis kelamin dan kebangsaan berkumpul untuk menikmati pertunjukan.

Pendapat beberapa orang yang menikmati konser

1. Bagaimana konser "Stand Up by M Live" ?

Konser ini salah satu konser Kpop terbaik yang saya telah menghadiri. Saya akan menggambarkan konser dalam 2 kata: fabulous & electrifying!

2. Bagaimana dengan penampilannya?

Oh band tersebut melakukan pekerjaan yang luar biasa. Mulai dari melakukan apa yang harus mereka lakukan: bermain dengan sangat baik, menyanyikan lagu-lagu mereka yang membuat penonton ingin dan ingin lagi. Ketika Yong Hwa dan CNBLUE berjalan di atas panggung, aku mendapat teriakan yang memekakkan telinga! Semua orang berteriak dan bertepuk tangan.

Yong Hwa sangat berbakat. Saya tidak tahu bahwa ia bisa berbahasa Inggris dengan sangat lancar. Dia memiliki aksen Korea sedikit pun ketika ia berbicara dalam bahasa Inggris tidak seperti beberapa artis yang saya dengar ketika mereka berbicara bahasa Inggris. Dia berada di kontrol setiap saat ia berada di panggung dan bandnya CNBlue mendukung dia sangat baik. mereka memberikan yang terbaik  dan ketika Yong Hwa memperkenalkan masing-masing, setiap orang mendapat tepuk tangan mereka sama. Saya menduga mereka semua pasti dicintai oleh penonton.

3. Apakah Anda puas dengan konser secara keseluruhan?

Saya sangat senang dengan konser, teman-teman yang bersama saya (kami 6) juga semua sangat bahagia. Komentar hanya kami, FT Island seharusnya yang pertama melakukan dengan Yong Hwa dan CNBlue lalu. Ketika kedua anggota band muncul di panggung selama saat-saat terakhir, kekacauan pecah dan aku hanya bisa bergumam dalam hati: OMG, mereka berdua di atas panggung dan akan mereka lakukan bahkan satu nomor terakhir bersama? Tentu saja tidak seperti ini terjadi. Teriakan-teriakan dan jeritan para fans sebagai 2 anggota band melambaikan tangan dan tersenyum untuk penonton benar-benar memekakkan telinga. Saya merasakan kebahagiaan!

4. Apakah mereka menampilkan dengan baik?

Tentu saja! Bahkan lebih dari yang saya harapkan, terutama Yong Hwa yangterbaik pada malam itu, dia masih muda tetapi bagi saya, ia memancarkan kejantanan yang tenang dan keseksian. Saya mengatakan kepada teman-teman saya setelah melihat dia bermain dan bernyanyi dan melakukan dengan penuh semangat seperti itu, tidak ada pacar jika ia memiliki satu, dapat mengambil waktunya dengan gitar dan musiknya! Pacar apapun akan harus sabar dan pengertian saat ia mungkin mengambil kursi belakang dalam hati Yong Hwa. Ini hanya pendapat pribadi saya sekalipun. Boy, dia suka bermain gitar dan bernyanyi dan melakukannya dengan baik!

5. Penilaian untuk konser ini : Skala dari l sampai 10

Aku akan mengatakan 10! Jika mereka bermain lagi, saya akan menyukainya dan akan dinilai mereka 10 + +, saya akan membuat postingan di facebook saya bahwa jumlah uang yang saya habiskan untuk konser ini juga bernilai!

Kamis, 01 Maret 2012

[CNBLUE] CNBLUE Completed Their Concert in Bangkok and Made Donations to Thai Red Cross








Sebagai bagian dari “BLUESTORM” Asia tour, CNBLUE memiliki konser  di Bangkok 25 Februari lalu .

Awalnya, mereka seharusnya mengadakan konser pada tanggal 19 November 2011 lalu. Tetapi karena banjir besar yang melanda Thailand pada saat itu, acara itu dibatalkan.

Sebelum konser, CNBLUE menghadiri konferensi pers dan mereka mengungkapkan bahwa mereka sadar akan bencana banjir. Mereka menambahkan bahwa mereka ingin membantu para korban banjir sehingga mereka melelang semua pakaian yang telah mereka pakai selama satu bulan penuh dari Desember 2011. Semua hasil penjualan akan disumbangkan untuk Putri Pa Foundation, Palang Merah Thailand .

Saat konser CNBLUE menyanyikan lagu-lahu hitsnya seperti “I’m a Loner,” “Love,” “Intuition,” dan “Love Girl.“ Sekitar 24 lagu mereka nyanyikan termasuk Japanese singles “In My Head” dan “Where You Are.” Tercatat ada 10.000 penggemar yang hadir dan mereka benar-benar senang dengan penampilan CNBLUE.

Pada akhir konser mereka, CNBLUE menyatakan, "Kami sangat menyesal mendengar tentang banjir Thailand yang menunda konser kami, jadi kami bekerja keras untuk mencoba membuat konser ini menjadi sesuatu yang dapat menghibur warga Thailand yang menderita banjir . "

Mereka lebih lanjut menambahkan, "Kami berharap sumbangan kami dapat memberikan bahkan sedikit harapan kepada para korban banjir, dan membantu dalam upaya pemulihan."

Selanjutnya CNBLUE akan ke Taiwan. Mereka juga mempersiapkan comeback mereka di Korea melalui peluncuran album baru.

- cr : Korean Updates -
CNBLUE Completed Their Concert in Bangkok and Made Donations to Thai Red Cross

translated by : Life Is Beautiful ..
Gomawo

Minggu, 26 Februari 2012

Bidadari Cantik Yang Kedua


    • Singkat Cerita
Widyoresmi Hastyo Kinanti 
memiliki seorang kakak perempuan
Danisworo Hastyorini namanya

  Danisworo Hastyorini. Lahir di Baturetno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah pada hari Jum'at, 30 Maret 1990. Enam tahun kemudian, aku lahir dan resmi menjadi adiknya.. 
  Tak terasa, sudah lima belas tahun lamanya aku hidup bersama mbak Danis. Sejak aku masih kecil sampai sekarang kami tidur di satu kamar. Di kamar kami bercanda, berbagi, menangis dan tertawa bersama. Saya sangat menyayangi mbak, bagi-ku.. dia adalah bidadari cantik yang kedua setelah ibu. 

  Mbak Danis tersayang... izinkan aku merangkai kata-kata untuk menceritakan sesuatu tentangmu.
       _ _ _ _ _ _  _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _  _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

Cerita tentang-mu
 Selasa, 15 November 2011
   Awalnya aku menilai hari itu sama seperti hari-hari biasanya. Tidak ada acara tiup lilin apalagi sebuah pesta. Sepulang sekolah tidak banyak kegiatan yang aku lakukan. Mandi, makan dan mengerjakan tugas-tugas sekolah tanpa mbak Danis. Pada hari itu mbak Danis bertugas keluar kota dan menginap tanpa memberitahu-ku. Hal itu membuat-ku kesal. Bagaimana tidak, Aku dan mbak bagaikan sepasang merpati yang tak terpisahkan. Karena hal itu, aku harus tidur sendiri.
   Hari itu waktu seperti berlari-lari. Tak terasa jam dinding sudah menunjuk pukul 21.00 WIB. Seusai mengerjakan tugas, aku melepas earphone pertanda alunan musik klasik berhenti ku dengar dan aku harus segera tidur. Aku merebahkan tubuh di atas kasur. Rasanya kasur bertambah luas, ya.. itu karena tidak ada mbak Danis disampingku. Rasa lelah membawaku ke alam mimpi, kini aku tertidur nyenyak.
   Belum lama tertidur, aku dibangunkan dengan suara yang tidak asing lagi, suara ini sangat ku kenal. Itu suara mbak Danis. Ia menyanyikan lagu "Selamat Ulang Tahun" untuk-ku. Aku kebingungan, bukannya mbak menginap di luar kota? Tapi pada kenyataannya ia disini, disamping-ku. Ternyata ia tidak jadi menginap karena hari itu adalah hari ulang tahun-ku. Aku beranjak bangun dari tempat tidur dan segera memeluknya. Ucapan selamat mengubah perasaan-ku yang menilai hari itu biasa saja berubah seratus delapan puluh derajat menjadi luar biasa. Di hari itu juga aku mendapat sebuah kado dari mbak Danis. Setelah menerima dan mengucapkan terima kasih, aku membuka kado. Dan jrengg...jrengg... di dalamnya terdapat sebuah novel karya penulis favorit-ku.
  Setelah itu, mbak Danis mandi dan memeriksa tugas-ku. Mungkin karena dia tau kalau soal tugas aku masih bergantung padanya. Hari itu aku tidak jadi tidur sendiri, bidadari yang mempunyai tugas ganda sebagai mahasiswi Teknik Sipil dan Pekerja Kantoran itu kini ada disamping-ku, berbagi cerita tentang pekerjaannya, menyelimuti-ku dan akhirnya tertidur bersama-ku. Rasa syukur semakin bertambah karena aku senang memiliki kakak seperti mbak Danis.


( *mbak : panggilan untuk kakak perempuan dalam bahasa Jawa )
aku sayang saudaraku

  Tulisan ini diikutkan pada GIVEAWAY :  Aku Sayang Saudaraku yang diselenggarakan oleh Susindra.

Senin, 20 Februari 2012

[Pics] Minhyuk New Drama Promotional Pics

the new drama is entitled  
 'You Are an Unexpected Piece of Good Luck'







On February 25th..
Kang Min Hyuk saranghae !! ♥.♥

Book Review : etzhara



Dengan wajah yang tak terlihat jelas karena tertutup oleh kerudung hitam, mereka menatap Kenny yang terbaring tak berdaya di atas tanah dengan tatapan mengerikan. Apa yang mereka lakukan? batin Kenny bertanya-tanya. Pertanyaan itu langsung terjawab ketika salah satu dari iblis itu mendekat dan membentangkan kedua lengan Kenny lebar-lebar, lalu mulai memaku kedua tangannya di atas tanah.
Aneh, mengapa tak terasa sakit? Kenny tak mengerti apa yang sedang terjadi. Apakah ini hanya imajinasiku saja? Ia memandangi kedua tangannya yang telah berlumuran darah. Ternyata tidak. Ia mengerutkan dahi dan kembali bertanya-tanya. Mengapa tak sakit? Apakah rasa sakit di punggungku telah mengalahkan rasa sakit ini? Tidak mungkin.

..Ketika Takdir Berbicara..
Berawal dari lembaga kursus bahasa Inggris. Kenny, seorang mahasiswa tingkat pertama mulai mengenal sosok Etzhara, 'wanita yang akhirnya ia cintai' yang masih duduk di bangku SMA. Berbagai rintangan untuk mendapatkan hati Etzha telah Kenny hadapi dan akhirnya Kenny mendapatkannya. 
Etzha kini sudah lulus SMA, dan ia disekolahkan ayahnya di luar negeri. Etzha ingin menolak, ya karena Kenny, leleaki yang ia cintai kuliah di tanah air. Tetapi karena menuruti perintah ayahnya, Etzha memberangkatkan diri ke luar negeri. Etzha pergi, Kenny setia menunggu.
Beberapa tahun kemudian..
Etzha pulang ke tanah air, kini Etzha sudah bersama Kenny lagi. Tidak lama setelah pulang ke tanah air, Etzha sering merasakan sakit,sesak,dan pusing yang akhirnya membuat Etzha tak kuat menahan tubuhnya sehingga ia pingsan. Hal itu terjadi tak sekali, tetapi berulang-ulang kali. Penderitaan itu membuat Etzha masuk rumah sakit. Setelah diperiksa, dokter yang menangani Etzha menyatakan bahwa Etzha mengidap penyakit kanker. Hal itu tentu membuat Kenny dan keluarga Etzha panik. Akhirnya dengan seluruh persetujuan Etzha menjalankan operasi. Memang kemungkinan kecil Etzha bisa sembuh.

Ibu Etzha menjemput Kenny ke luar rumah sakit. Setelah memeluk menahan kesedihan, Kenny dan Ibu Etzha dengan penuh ketegaran berjalan menuju ruang operasi. Tampak dari jauh, Ayah Etzha duduk dengan tatapan kosong. Kenny dan Ibu Etzha menghampiri seorang pria yang cukup tua terlihat kuat itu. Mereka berdoa dan terus berdoa. Sampai akhirnya, seorang pria berseragam dokter  keluar dari ruangan sambil menundukan kepala. Kenny yakin itu dokter yang menangani Etzha. Dokter itu hanya menggelengkan kepala pertanda operasi tidak berhasil. Kenny tidak percaya dan coba memberanikan diri bertanya kepada dokter itu. Dan, takdir memang mengatakan bahwa Etzha, perempuan yang Kenny cintai meninggal dunia. Kini Kenny tidakdapat melihat senyuman manis, lesung pipi dari sosok Etzhara. Etzhara terlihat sangat kaku, pucat dan membuat cairan bening dari kedua mata Kenny dan keluarga Etzha tak dapat berhenti. 
Hari itu.. hari terakhir Kenny menatap sosok Etzha di dunia, di pemakaman. Seluruh tangisan membuat Kenny sesak tak ingin bernapas untuk bersama Etzha. Tapi itu tidak mungkin lagi. Etzha harus pergi, pergi meninggalkan Kenny.
Beberapa tahun kemudian..
Setelah pulang kerja, Kenny melewati perumahan dimana Etzhara tinggal. Kenny menyempatkan diri untuk mengunjungi rumah sang bidadari. Tapi takdir benar-benar mengatakan mereka harus berpisah. Saat sampai di depan rumah Etzha, hanya tampak rumput-rumput liar yang mulai meninggi dan sebuah papan bertuliskan 'DIJUAL'. 
 

Book Review : 9 Summers 10 Autumns by Iwan Seyawan

Dari Kota Apel ke The Big Apple


--> Malam itu aku hanya mampu mengulum doa dalam bibirku. Hanya mampu mengayunkan jemari tanpa tahu siapa yang akan  menggapainya. Mereka semakin menjeratku, tangan besar itu kian mencengkeram erat lengan lemah tak berisiku. Belumlah aku sempat melihat merah jingga kembang api di langit New York untuk kali pertamanya, belumlah aku merasakan euphoria hari kemerdekaan negara itu. Justru sekarang darahku tengah serasa membeku merasakan dinginnya permukaan pisau lipat dua orang tak ku kenal sewaktu menuju Stasiun Fleetwood.
Malam itupun akhirnya tak ada nyala merah hijau kembang api yang ku saksikan, tak ada. Yang tersisa hanya membirunya sudut bibirku dan memerahnya T-shirt yang kukenakan. Namun, ada nyala lain yang hadir bahkan lebih indah dari  merah hijau kembang api.
Dia seorang bocah merah putih dan yang satu lagi begitu cemerlang. Dia dan Mbak Ati.
Semenjak perjumpaanku dengannya malam itu dia kembali datang, dan kembali lagi. Untuk berbagai hal, yang pasti dia datang menanti untuk menerima dan memberi. Sosoknya mengingatkan aku pada diriku di masa kanak – kanak.
Kanak – kanak yang kuhabiskan di sebuah rumah. Rumah yang ku mengerti bukanlah besar yang menjadi dambaan, namun bagaimana cinta dan kesederhanaan yang menyatukan. Di sanalah aku tumbuh dan berdampingan bersama Bapakku, Ibuku, Mbak Isa, Mbak Inan, Rini, dan Mira. Di rumah beratap anyaman cinta kasih itulah aku tumbuh, menerobos hujan, belajar pada alam akan kekuatan rumput kecil yang tetap tangguh walau terinjak dan tak dianggap. Semua itu dari  rumahku yang bertaman walaupun tak luas. Rumah yang membuatku ingin merasakan sedikit ruang bernama kamar. Ku ceritakan tentang rumahku pada dia di beberapa perjalanan, jalan – jalan di New York. Jalan yang tak pernah ku kira akan menapakinya.
Perjalanan di SoHo pagi itu ku habiskan dengan bercerita pada dia tentang bapakku Abdul Hasim. Ku katakana padanya bahwa bapakku adalah seorang sopir angkot di jalan – jalan di sekitar Batu Malang. Bapak yang kini usianya tak lagi muda, bapak yang kini beruban, bapak yang dulu berjuang mati matian untuk bisa membeli mobil sendiri demi kekuatan keluarga yang harus dipertahankan. Diatas Brooklyn Bridge sosok bapak yang pernah jatuh dan bangkit itu tergurat. Ku peluk dia yang berseragam merah putih, dan aku hanya mampu berbisik “aku kangen bapak”.
Hari berikutnya selepas kelas Yoga ku peluk dia yang menemuiku. Seperti ada ketergesaan yang ingin ia tanyakan, dan teryata tentang ibuku. Ibu Ngatinah yang begitu bercahaya. Malaikat kombinasi cinta kasih, keserhanaan, dan ketegaran yang kuat. Pada bagian ini bagaimanapun aku akan menangis, ku ingat detil bagaimana ia yang tak bersekolah tinggi itu begitu lihai mengatur semua yang bisa menyelamatku. Semua yang mungkin bisa mengantarkanku agar terbang atau mendayung kapalku. Dialah angin yang mampu mendorong laju layar kapalku yang berkali – kali hampir berhenti dan kehilangan arah. Ibuku yang paling hebat. Puisi hidupku!
Kesempatan berikutnya pada bocah berseragam merah putih itu ku ceritakan pula kekuatan besar Mbak Isa yang membuka segala awal mimpi dengan segenap prestasi yang Mbak Isa miliki. Sekarang mbak Isa menjadi guru SD. Ku ceritakan sastra yang indah dari Mbak Inan, Mbak yang mengajariku banyak hal. Bahkan selanjutnya, meski dia  tak datang ku tuliskan kisah tentang teman setiaku, adik perempuan pertamaku Rini. Hingga ku sambung kisah tentang adikku Mira, yang terindah. Mira yang kini menjadi dokter hewan, gadis  pejuang yang hebat.
Ku katakan pada dia lagi, bahwa mereka semua adalah pelangi dalam rumahku. Meski atap rumahku kadang mendung dan hujan, namun semua itu ku yakin akan berganti dan menjadi indah . Mereka adalah cahaya matahari yang menrefleksikan cinta. Mereka adalah matahari yang menrefraksikan kekuatan. Mereka adalah matahari yang mendifraksikan kegembiraan. Hingga tercipta pelangi indah dalam rumah kami.
Hari itu musim gugur saat ku ceritakan tentang suka cita Bapak ketika kelahiranku. Selepas ku puaskan kegemaran baruku, membaca. Ku tuliskan surat tentang aku karena berhari – hari ia tak datang. Ku tuliskan aku yang kecil dalam rumah 6 x 7. Aku yang sering bersungut ketika tetangga berbondong – bondong hendak ikut menonton televisi di ruang keluarga yang kala itu sekaligus tempat tidurku, tempat belajar dan bermainku. Aku yang menghabiskan waktuku untuk berkutat bersama buku. Track record perjalanan pendidikanku hingga mengingat cita – cita tiruanku sebagai handship. Bahkan tentang mimpi dan ruang baru yang teretas dari pesona teater.
Kemudian ku kisahkan ceritaku yang berhasil masuk jurusan statistika IPB lewat jalur PMDK hingga super tour masa KKN. Tak ketinggalan tentang segala badai yang menerpa kapalku. Masa yang mana aku harus bertahan dengan keterbatasan, dengan penghabisan dan pinjaman yang membuatku pernah mengungkapkan ku ingin kerja di kawasan “Blok M”.
Keretakan perjalanan yang ku ukir bagai relief, terlebih ketika aku akhirnya lulus dan menagih janji perubahan. Menyambut profesi di Nielsen Jakarta, berlanjut ke Danareksa, hingga aku terbang ke Amerika dan berjumpa dengan Mbak Ati.
Kemudian dia tersenyum, saat ku ceritakan tentang Aundrey. Wanita yang ku kenal di kelas yoga yang diampu guru spiritualku Rima. Wanita yang sempat ku sediakan yoga mat bersebelahan denganku, wanita yang kemudian pergi sebelum musim gugur datang menjemput.
Di waktu lain, ku ceritakan pula tentang sesuatu.  Ini bukan kisah cinta. Ketika itu autumns, ketika itu dia yang datang ke New York, ketika itu dia yang ku sebut Kalista menetap selama delapan hari. Gadis yang ku kenal dari facebook itu, yang menghabiskan enam hari berkunjung ke Central Park. Gadis yang kemudian pergi kembali melanjutkan perjalanannya, yang sempat mengatakan Iwill miss you bukan I love you bukan juga good bye.
Hingga akhirnya kerinduanku pada Batu dan rumah membuncah, menyeruak dari sela – sela kesibukanku menjadi Director, Internal Client Management dia berkata akan pergi. Entah kenapa, setiap ku tanyakan ia hanya berkata bahwa aku telah lebih dari kuat dan dia akan meninggalkanku.
Sampai suatu hari ketika aku akhirnya kembali ke tanah air, ke Indonesia. Dia ikut bersamaku berjumpa Bapak, Ibu, mbak Isa, Mbak Inan dan lainnya termasuk rumahku. Ia melihatku memperagakan yoga pada mereka, ia tersenyum. Hingga kemudian aku mengajaknya mendaki Rinjani. Ada selaksa yang tak pernah bisa ku tuliskan, ada sebuah ruang yang seketika menjadi begitu damai. Ruang yang kemudian mengatakan semua telah berubah dan akan baik lebih baik dari sebelumnya. Ruang yang kemudian mengendap bersama sesuatu yang lain yang saling bicara dalam diam dan kebahagiaan. Ketika itulah dia pergi, dengan tenang dan guratan yang sempurna di puncak Rinjani.
Ketika semua yang menjadi mimpi terdaki. Ketika waktu berjalan, ketika musim berganti. Ketika hati berbicara untuk kembali, saat itulah 9 summers 10 autumns terpungkasi namun tak berakhir.
impian harus menyala
dengan apa pun
yang kita miliki

meskipun
yang kita miliki
tidak sempurna

meskipun
itu retak-retak

This novel give me so many motivation, thanks to Mas Iwan Setyawan - Life Is Beautiful -

Sabtu, 18 Februari 2012

Travel Impian

  
   Saya sangat ingin menginjakkan kaki di Seoul bersama keluarga. Tidak tau kapan, tapi saya yakin bisa kesana suatu saat nanti. Yang paling pertama, saya sangat ingin melihat bandara Internasional Incheon, saya ingin membuktikan apakah benar desain bandara ini sangat elegan dan luar biasa.Sesampainya di Seoul, saya ingin mengajak keluarga menikmati berbagai makanan korea di restoran terdekat. Saya penasaran dengan rasa makanan korea yang langsung dibeli di Korea langsung. Setelah makan, saya akan menuju penginapan yang sudah saya pesan. Soal penginapan saya tidak mau yang bernuansa modern, tetapi saya ingin menginap di Hanok saja. 
   Selama beberapa hari saya ingin berkunjung ke tempat wisata yang terkenal di Seoul, yang paling saya utamakan adalah tempat bersejarahnya baru tempat bermain, naik cable car menuju N Seoul Tower pasti mengasyikan. Saya juga ingin berjalan di sekitar Sungai Han, mengunjungi studio acara-acara musik Korea, sampai tempat para artis beristirahat pun akan saya kunjungi, terutama SM Entertainment (walaupun hanya melihat gedungnya saja). 
   Hari terakhir di Seoul, saya akan ke tempat penyewaan hanbok, saya ingin seluruh anggota keluarga saya memakai pakaian khas ini dan berfoto bersama, mungkin saya akan membeli beberapa hanbok (amiin). Lalu saya ingin berkunjung ke tempat belanja, entah itu Myeongdong, Insadong, atau apalah,yang penting ada barang-barang seputar Kpop. Saya yakin sesampainya di tempat belanja saya ingin beli ini itu dan pastinya DVD original adalah barang yang saya beli. 
   Sudah terbayang saat sampai di Indonesia, seluruh anggota keluarga saya pasti akan memegang oleh-oleh yang kami beli di Seoul. Inilah travel impian saya, semoga menarik.