CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Sabtu, 19 Januari 2013

Terbang Bersama Kiku

Judul          :Kerajaan Burung
Sutradara      :Nanang Idris
Penulis naskah : Saini K.M
Produksi       :POTRET SMAN 19
                Bandung
Durasi         :60 menit
Tanggal gelar  :12 Januari 2013
Kategori       :Drama Musikal

   Kerajaan Burung merupakan hasil karya Bapak Saini K.M. Beliau adalah pemenang pertama SAYEMBARA "PENULISAN NASKAH SANDIWARA ANAK-ANAK INDONESIA di tahun 1980/1981 DIREKTORAT KESENIAN, DIREKTORAT JENDERAL KEBUDAYAAN, DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN JAKARTA".Jalan cerita yang mudah dipahami namun memberi banyak pesan moral-lah yang menjadi kelebihan drama ini.

 Berawal dari Kiku, seorang anak yang sangat bersahabat dengan burung-burung. Ia adalah anak yang baik. Para burung pun senang bermain dengannya. Suatu hari, para burung menemui Kiku untuk pamit pergi meninggalkan desa dimana Kiku bertempat tinggal. Burung-burung akan pergi ke Kerajaan Burung karena diketapel oleh kedua anak Pak Lurah, Didu dan Dudi. Ulah Didu dan Dudi membuat dua ekor burung terluka. Karena mereka juga burung-burung pergi dan membuat ekosistem di lingkungan desa tidak seimbang. Para hama menyerang. Kebun, ladang dan sawah warga lenyap dilahap oleh pasukan ulat dan serangga.

  Kiku yang diminta Pak Lurah dan para warga untuk memanggil kembali para burung diceritakan memutuskan untuk pergi ke Kerajaan Burung yang terletak jauh dari desanya. Berbagai rintangan berhasil Kiku hadapi, sampai akhirnya Kiku tiba di puncak gunung. Bahagia. Rasa bahagia utuh terlihat antara para burung dan Kiku saat kembali bertemu.

  Singkat cerita, para burung mau kembali ke desa dengan syarat kedua anak Pak Lurah mau mengakui kesalahan daan meminta maaf kepada kedua ekor burung yang telah mereka lukai. Syarat pun terpenuhi. Para burung kembali terbang bebas di desa. Tidak hanya Kiku dan para burung saja yang merasa senang karena mereka bisa bermain kembali. Warga desa pun merasa senang karena tidak ada lagi hama yang mengganggu ladang,kebun dan sawah. Kini, semuanya hidup nyaman dan merasa aman.

  Bahasa yang digunakan oleh para pemain mudah dimengerti. Dialog pun jauh dari kata "datar dan membosankan" karena dengan pintar para pemain menyelipkan candaan yang meliputi kehidupan sehari-hari di SMAN 19. Banyak juga digunakan bahasa masa kini.

  Kostum yang digunakan para pemain sangatlah unik. Kreativitas sangat menonjol dalam drama musikal ini. Sayangnya, karena ini merupakan drama musikal. Saya rasa suara pemain saat bernyanyi kalah besar dengan suara instrumen yang mengiringinya, sehingga terkesan kurang jelas.

3 komentar:

  1. ijin berbagi kata motivasi yaa
    " janganlah kau buat kekeliruan sebagai sesuatu alasan, dikarenakan semestinya ia jadi motivasimu tuk terus mengambil langkah ke depan"
    thx :)

    BalasHapus
  2. Salam Budaya

    bisakah saya mendapatkan soft copy naskah Bapak Saini K.M yang ini?
    email saya yegisandi22@gmail.com
    terima kasih

    BalasHapus